Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Pemberdayaan Desa melalui Inovasi Berbasis Potensi Lokal di Bidang Lingkungan, Pertanian, dan Digital

Diposting : 07 Jan 2026
Cover

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin
melaksanakan seminar program kerja di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu,
Kabupaten Bantaeng, sebagai bagian dari tahapan awal pelaksanaan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat. Seminar ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa
untuk menyampaikan arah dan fokus program kerja yang dirancang berdasarkan
hasil pengamatan langsung terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan
desa.

 

Seminar program kerja yang dilaksanakan pada Senin 5 Januari 2026 di
kantor desa Pattaneteang tersebut dihadiri oleh aparat desa, tokoh masyarakat,
serta perwakilan warga Desa Pattaneteang. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi
sebagai forum pemaparan program, tetapi juga sebagai wadah dialog antara
mahasiswa dan masyarakat. Melalui diskusi yang berlangsung, mahasiswa
memperoleh berbagai masukan yang relevan guna menyelaraskan rencana kegiatan
dengan kebutuhan dan harapan masyarakat setempat.

 

Program kerja yang dipaparkan dalam seminar mencakup penguatan
sektor lingkungan, pertanian, dan digital sebagai upaya mendorong pemberdayaan
desa berbasis potensi lokal. Pada bidang lingkungan, mahasiswa merancang
pengadaan sistem pengelolaan sampah melalui penyediaan TPS mikro di titik-titik
strategis, sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga, penyuluhan pengolahan
kompos, serta pengembangan inovasi BIOCYCLE DESA berbasis maggot. Rangkaian
program ini diarahkan untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih tertib
dan ramah lingkungan.

 

Pada sektor pertanian, mahasiswa mengusung pemanfaatan teknologi
tepat guna yang disesuaikan dengan kondisi desa, antara lain penggunaan jemuran
tenaga surya berbasis efek rumah kaca untuk membantu proses pengeringan hasil
panen. Selain itu, terdapat pula program pengembangan peternakan terintegrasi
berbasis sumber daya lokal serta pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai
pupuk cair alternatif. Program-program tersebut diharapkan dapat mendukung
kegiatan pertanian dan peternakan masyarakat agar lebih efektif dan
berkelanjutan. Sementara itu, pada bidang digital dan sosial, mahasiswa KKN-T
turut merancang pengembangan pemasaran hasil pertanian melalui pemanfaatan
website sebagai media promosi produk desa. Di samping itu, mahasiswa juga
menyusun kegiatan literasi keuangan bagi anak sekolah dasar serta penguatan
literasi digital terkait hoaks dan penggunaan media sosial secara bijak,
sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi
perkembangan teknologi informasi.

 

Salah satu mahasiswa KKN-T Unhas, Dimas, dari Jurusan Teknik
Industri, menjelaskan bahwa program TPS mikro dirancang setelah dilakukan
observasi lapangan selama kurang lebih satu hingga dua minggu. “Setelah
observasi saya selama kurang lebih satu sampai dua minggu di Desa Pattaneteang,
diketahui bahwa desa belum memiliki fasilitas pembuangan sampah. Kondisi ini
menyebabkan sebagian warga membuang sampah ke sungai, bukan karena rendahnya
kesadaran, melainkan karena tidak tersedianya alternatif tempat pembuangan,”
ujarnya.

 

Melalui pelaksanaan seminar program kerja ini, mahasiswa KKN-T
Universitas Hasanuddin berharap dapat membangun kerja sama yang baik dengan
masyarakat Desa Pattaneteang. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung
pelaksanaan program kerja secara optimal serta mendorong pemanfaatan potensi
lokal desa melalui pendekatan yang inovatif dan partisipatif.

0 suka
126x dilihat
Bagikan :

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar